Pada Bab 5 ini, praktikan akan mempraktekan cara mensetting interface Bridge, DHCP network, NAT firewall, Queue Bandwidth, dan Hostspot RADIUS dengan FreeRADIUS di router Mikrotik. Agar praktikum berjalan sesuai prosedur maka Asisten Mengajar Shift atau Praktikan dapat membaca tujuan dan persyaratan praktikum bab ini sebelum memulai ke bab teori dan bab praktek.

Tujuan

Tujuan Praktikum Penjelasan
Memahami fitur-fitur penting router MikroTik Bab ini menjelaskan fungsi dan cara kerja fitur-fitur penting router MikroTik seperti bridge, DHCP, NAT, queue, dan hotspot RADIUS.
Mampu mengkonfigurasikan router MikroTik untuk berbagai kebutuhan jaringan Bab ini memandu praktikan langkah demi langkah untuk mengkonfigurasikan fitur-fitur tersebut di router MikroTik untuk berbagai kebutuhan jaringan, seperti menghubungkan dua jaringan, menyediakan layanan DHCP, mengatur akses internet, mengelola bandwidth, dan menyediakan akses Wi-Fi dengan autentikasi RADIUS.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang konfigurasi jaringan Bab ini membantu praktikan mempelajari cara kerja jaringan dan cara mengkonfigurasi router MikroTik untuk mengelola jaringan dengan lebih efektif.

Persyaratan

Disarankan praktikan menggunakan hardware dan software sesuai pada dokumentasi ini. Apabila terdapat versi yang lumayan lampau dari versi yang direcommendasikan atau hardware yang lawas maka sebaiknya bertanya kepada Asisten Mengajar Shift.

Hardware yang dibutuhkan praktikum Jenis
PC / Laptop CPU ≥ 4 Cores
PC / Laptop RAM ≥ 8 GB
PC / Laptop Storage ≥ 20 GB
Software yang dibutuhkan praktikum Jenis
Windows OS ≥ Versi 11
VirtualBox ≤ Versi 7.0.14
Windows VM ≤ Versi 10
Mikrotik CHR VM Versi 7.14.2
Ubuntu Server VM ≥ Versi 23.10
Internet Stabil ≥ 10 Mbps

Teori

Ada beberapa penjelasan singkat dari materi Bab 5 ini yang harus dimengerti oleh praktikan sebelum melanjutkan ke subbab berikutnya.

Apa itu Mikrotik?

MikroTik adalah perusahaan asal Latvia yang terkenal dengan produk router dan software jaringan mereka. Router Mikrotik dikenal dengan harganya yang terjangkau, fiturnya yang kaya, dan fleksibilitasnya yang tinggi.

MikroTik menawarkan berbagai macam router yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan jaringan, mulai dari jaringan rumah tangga kecil hingga jaringan perusahaan berskala besar. Router Mikrotik umumnya menggunakan sistem operasi RouterOS yang berbasis Linux, sehingga membawa keunggulan open source seperti:

  1. Keterbukaan: Pengguna dapat mengakses dan memodifikasi konfigurasi router secara detail.

  2. Komunitas besar: MikroTik memiliki komunitas pengguna yang besar dan aktif, yang dapat membantu pengguna dalam mengatasi masalah dan mempelajari hal-hal baru.

  3. Harga terjangkau: Router Mikrotik umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan router dari brand ternama lainnya.

Namun, karena sifatnya yang open source dan fiturnya yang kompleks, MikroTik mungkin memerlukan pengetahuan teknis yang lebih dalam untuk dikonfigurasi dibandingkan dengan router consumer biasa.

Secara umum, MikroTik menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh terhadap jaringan mereka, fleksibilitas yang tinggi, dan harga yang terjangkau.

Praktek

Pada bab praktikum ini, kita akan mempraktekan cara mensetting interface Bridge, DHCP network, NAT firewall, Queue Bandwidth, dan Hostspot RADIUS dengan FreeRADIUS di router Mikrotik. Kita akan mengikuti langkah-langkah konfigurasi, pengaturan, dan pengujian untuk koneksi internet melalui router Mikrotik dengan pemahaman yang mendalam tentang berbagai subab dibawah ini.

Was this page helpful?